Hari kedua, Ramadhan 2005.
Hari ini aku kehilangan kuliah electrical machine and drives. Alasannya, keasyikan ngobrol sama Pak Yusuf Hartono. Ya sudah apa boleh buat.
Setelah zuhur, I spent my time to work my java assigment until 16.00. That was quiet easy. But I thought that the specification needed to be modified.
After ashar, aku langsung pulang. Di gerbang EWI ketemu Pak Herman. We were talking about second hand store. I was thinking about buying a tool to boil water. He was willing to show me on fo the store. But, we met Hatami. I decided to visit his home because there would be a " buka puasa bersama " there.
I had an opportunity to meet M. Ikhwan Jambak in his home. They lived in the same room.
We were cooking the food for the buka puasa.
That was the first time for me to have buka puasa bersama in Delft.
Alhamdulillah.
5 Oct 05
Thursday, October 06, 2005
Si Usil dan Si Cuek
Di negeri entah berentah....
Pada suatu ketika......
Si Usil : "Mas, kok tidak bosan-bosan berbuat baik?"
Si Cuek : "Lho! Memangnya kenapa?"
Si Usil : "Bukankah tidak setiap saat hati bisa ikhlas dalam beribadah?"
Si Cuek : "Ya! Itu benar. Terus...?"
Si Usil : "Kalau tidak ikhlas, kita tidak mendapat pahala dong! Percuma! Betul?"
Si Cuek : "Ya! Pahala tidak akan kita dapatkan kalau niat kita tidak ikhlas karena Allah swt"
Si Usil : "Jadi?"
Si Cuek : "Ya, biarkan saja! Biarkan saja kita kehilangan pahala!"
Si Usil : "Lho!?Jadi, Mas tidak peduli?"
Si Cuek : "Untuk apa? Apa untungnya memikirkan itu?"
Si Usil : "Kita kan harus menghindari kesia-siaan, Mas."
Si Cuek : "Kamu tambah pintar sekarang! Saya setuju!"
Si Usil : "Saya ulangi, Mas, kok tidak bosan-bosan berbuat baik?"
Si Cuek : "hmmmm... Walaupun saya sering tidak ikhlas?"
Si Usil : "ya!"
Si Cuek : "Saya juga tidak tahu alasannya. Perlukah alasan itu ada? Sejak kapan berbuat baik memerlukan alasan?"
Si Usil : "Setiap amal tergantung pada niatnya. "
Si Cuek : "Ya...dan praktiknya."
Si Usil : "Benar!"
Si Cuek : "Misalnya, saya sedang tidak ikhlas. Ada seorang nenek tua mau menyeberang jalan. Saya sedang berjalan dengan seorang gadis cantik yang lama saya taksir. Terus, saya membantu nenek tersebut lebih karena mengharapkan pujian teman saya itu."
Si Usil : "Karena tidak ikhlas, Mas tidak mendapat pahala dong."
Si Cuek : "Tidak masalah. Allah juga sering mengampuni saya saat saya tidak ikhlas. Jadi impas dong!"
( ada diam di antara mereka)
Si Cuek : "Saya kan bisa berkata, ' Ampuni aku ya Allah. Tadi aku tidak ikhlas.' Selesai!"
Si Usil : "Begitu saja?!"
Si Cuek : "Kamu mau yang bagaimana? Saya ini memang susah untuk ikhlas. Paling sering tidak ikhlas malah."
Si Usil : "Jadi?"
Si Cuek : "Kalau menunggu saat ikhlas, saya bisa-bisa tidak pernah berbuat baik. Itu lebih buruk lagi."
Si Cuek : "Yang menarik, nenek itu tetap berterima kasih walaupun aku tidak ikhlas. Beliau mendoakan kebaikan untukku, sekali lagi, walaupun tidak ikhlas. Seperti kata pepatah...Patah tumbuh hilang berganti."
Si Usil : "Wah! betul juga Mas."
Si Cuek : "Kalau kamu ingin berbuat baik, lakukanlah sebaik mungkin. Aku memang belum bisa membantumu dalam hal keikhlasan hati. Coba cari yang lain saja!"
Pembicaraan selanjutnya tidak lagi tertulis di sini.
Dan Allah Maha Tahu.
Allah Maha Mengampuni.
Allah Maha Pengasih dan Penyayang.
Ramadhan, Delft
Pada suatu ketika......
Si Usil : "Mas, kok tidak bosan-bosan berbuat baik?"
Si Cuek : "Lho! Memangnya kenapa?"
Si Usil : "Bukankah tidak setiap saat hati bisa ikhlas dalam beribadah?"
Si Cuek : "Ya! Itu benar. Terus...?"
Si Usil : "Kalau tidak ikhlas, kita tidak mendapat pahala dong! Percuma! Betul?"
Si Cuek : "Ya! Pahala tidak akan kita dapatkan kalau niat kita tidak ikhlas karena Allah swt"
Si Usil : "Jadi?"
Si Cuek : "Ya, biarkan saja! Biarkan saja kita kehilangan pahala!"
Si Usil : "Lho!?Jadi, Mas tidak peduli?"
Si Cuek : "Untuk apa? Apa untungnya memikirkan itu?"
Si Usil : "Kita kan harus menghindari kesia-siaan, Mas."
Si Cuek : "Kamu tambah pintar sekarang! Saya setuju!"
Si Usil : "Saya ulangi, Mas, kok tidak bosan-bosan berbuat baik?"
Si Cuek : "hmmmm... Walaupun saya sering tidak ikhlas?"
Si Usil : "ya!"
Si Cuek : "Saya juga tidak tahu alasannya. Perlukah alasan itu ada? Sejak kapan berbuat baik memerlukan alasan?"
Si Usil : "Setiap amal tergantung pada niatnya. "
Si Cuek : "Ya...dan praktiknya."
Si Usil : "Benar!"
Si Cuek : "Misalnya, saya sedang tidak ikhlas. Ada seorang nenek tua mau menyeberang jalan. Saya sedang berjalan dengan seorang gadis cantik yang lama saya taksir. Terus, saya membantu nenek tersebut lebih karena mengharapkan pujian teman saya itu."
Si Usil : "Karena tidak ikhlas, Mas tidak mendapat pahala dong."
Si Cuek : "Tidak masalah. Allah juga sering mengampuni saya saat saya tidak ikhlas. Jadi impas dong!"
( ada diam di antara mereka)
Si Cuek : "Saya kan bisa berkata, ' Ampuni aku ya Allah. Tadi aku tidak ikhlas.' Selesai!"
Si Usil : "Begitu saja?!"
Si Cuek : "Kamu mau yang bagaimana? Saya ini memang susah untuk ikhlas. Paling sering tidak ikhlas malah."
Si Usil : "Jadi?"
Si Cuek : "Kalau menunggu saat ikhlas, saya bisa-bisa tidak pernah berbuat baik. Itu lebih buruk lagi."
Si Cuek : "Yang menarik, nenek itu tetap berterima kasih walaupun aku tidak ikhlas. Beliau mendoakan kebaikan untukku, sekali lagi, walaupun tidak ikhlas. Seperti kata pepatah...Patah tumbuh hilang berganti."
Si Usil : "Wah! betul juga Mas."
Si Cuek : "Kalau kamu ingin berbuat baik, lakukanlah sebaik mungkin. Aku memang belum bisa membantumu dalam hal keikhlasan hati. Coba cari yang lain saja!"
Pembicaraan selanjutnya tidak lagi tertulis di sini.
Dan Allah Maha Tahu.
Allah Maha Mengampuni.
Allah Maha Pengasih dan Penyayang.
Ramadhan, Delft
Monday, September 26, 2005
Tentang Nama Blog Ini.
Aku barusan menulis tanggapan di blog teman tentang makna kata dalam suatu bahasa. Terus, kembali ke log ku yang tak terawat ini. Aku jadi ingin membahas tentang sejarah nama blog ini.
Aku selalu susah menentukan nama yang tepat untuk blog ini. Waktu pertama kali membuatnya, namanya " Just a Name". I did not have a good idea that time.
Sewaktu menggantikannya menjadi nama yang sekarang dipakai, aku juga tidak punya pertimbangan yang jelas. Cuma merasa nama yang pertama itu sudah tidak layak lagi.
Untungnya, ini adalah blog-ku. Aku memang punya hak untuk mengganti namanya sedapatku.
Tapi nama lain memang tak semudah itu digantikan. "Novalio Daratha" sudah sangat susah digantikan karena secara administratif aku dikenal dengan nama itu. "Ahmad Bahri", sebuah nama yang kupilih untukku pada waktu kecil, sudah kehilangan gregetnya.
Contoh lainnya, adalah "Nama Baik". Nama inilah yang menentukan umur kita setelah tubuh kita dimakamkan.
Kembali lagi ke nama blog ini, "hayya 'alal falah". ini adalah kutipan azan, panggilan khusus bagi muslimin untuk kangen-kangenan dengan Pencipta seluruh alam.
Maknanya adalah " marilah menuju kemenangan ". Provokatif, inspiring, dan penuh semangat.
Jujur saja, pesan tersebut lebih cocok diarahkan kepadaku dari pada orang lain.
Selesai.
Aku selalu susah menentukan nama yang tepat untuk blog ini. Waktu pertama kali membuatnya, namanya " Just a Name". I did not have a good idea that time.
Sewaktu menggantikannya menjadi nama yang sekarang dipakai, aku juga tidak punya pertimbangan yang jelas. Cuma merasa nama yang pertama itu sudah tidak layak lagi.
Untungnya, ini adalah blog-ku. Aku memang punya hak untuk mengganti namanya sedapatku.
Tapi nama lain memang tak semudah itu digantikan. "Novalio Daratha" sudah sangat susah digantikan karena secara administratif aku dikenal dengan nama itu. "Ahmad Bahri", sebuah nama yang kupilih untukku pada waktu kecil, sudah kehilangan gregetnya.
Contoh lainnya, adalah "Nama Baik". Nama inilah yang menentukan umur kita setelah tubuh kita dimakamkan.
Kembali lagi ke nama blog ini, "hayya 'alal falah". ini adalah kutipan azan, panggilan khusus bagi muslimin untuk kangen-kangenan dengan Pencipta seluruh alam.
Maknanya adalah " marilah menuju kemenangan ". Provokatif, inspiring, dan penuh semangat.
Jujur saja, pesan tersebut lebih cocok diarahkan kepadaku dari pada orang lain.
Selesai.
Wednesday, April 06, 2005
Tuesday, March 22, 2005
Ikutan CBT....
Well... mungkin bagi banyak orang ikutan Computer-Based TOEFL bukan hal yang istimewa. Tapi, cerita saya lain. Ada keajaiban didalamnya.
Pertama kali, saat pendaftaran saya baru tahu kalau ada yang namanya "international money Order" dan "bank draft". Saya juga belum punya kartu kredit (sekarang pun belum :D). Sempat desperate juga deh. Lalu, aku curhat sama Pak Lukman. Eh.. visa beliau baru diaktifkan sehari sebelumnya. coincident ya namanya? So, that was my first internet banking. Itu hari Jum'at.
Hari Minggu, saya berangkat ke Jakarta. Terus ke Karawaci, rumah Tante.
Selasa, bersama Mas Iwan, saya pergi menara imperium. Sebelum test, sempat sholat Zuhur dulu di sana (lantai atas gedung parkirnya). Ketika mengerjakan test, saya sempat berpikir : Betapa banyak investasi yang saya tanamkan untuk ini. kalau kiranya tidak berhasil, betapa rugi saya jika tak ada pahala yang akan saya peroleh. Ya Allah sungguh aku sangat mengharapkan ridho-Mu. Aku mungkin salah mengambil keputusan dalam hal ini. Apapun nilaiku, semoga ampunan-Mu dan anugrah-Mu tetap kuperoleh.
Setelah selesai menulis essay. range skorku tampil di layar. Alhamdulillah, lumayan. lebih dari 213. Rasanya ingin menangis (seperti apa gitu...). Pikiranku melayang kemana-mana. Seakan-akan kesempatan belajar di negeri orang sudah di tangan. Wah senangnya.
Setelah selasai, aku sholat ashar. Aku harap seluruh asharku seperti itu. Kenyataannya memang tidak demikian. Astaghfirullah... Aku masih tak pandai bersyukut pada-MU, Ya Rabbi.
Pertama kali, saat pendaftaran saya baru tahu kalau ada yang namanya "international money Order" dan "bank draft". Saya juga belum punya kartu kredit (sekarang pun belum :D). Sempat desperate juga deh. Lalu, aku curhat sama Pak Lukman. Eh.. visa beliau baru diaktifkan sehari sebelumnya. coincident ya namanya? So, that was my first internet banking. Itu hari Jum'at.
Hari Minggu, saya berangkat ke Jakarta. Terus ke Karawaci, rumah Tante.
Selasa, bersama Mas Iwan, saya pergi menara imperium. Sebelum test, sempat sholat Zuhur dulu di sana (lantai atas gedung parkirnya). Ketika mengerjakan test, saya sempat berpikir : Betapa banyak investasi yang saya tanamkan untuk ini. kalau kiranya tidak berhasil, betapa rugi saya jika tak ada pahala yang akan saya peroleh. Ya Allah sungguh aku sangat mengharapkan ridho-Mu. Aku mungkin salah mengambil keputusan dalam hal ini. Apapun nilaiku, semoga ampunan-Mu dan anugrah-Mu tetap kuperoleh.
Setelah selesai menulis essay. range skorku tampil di layar. Alhamdulillah, lumayan. lebih dari 213. Rasanya ingin menangis (seperti apa gitu...). Pikiranku melayang kemana-mana. Seakan-akan kesempatan belajar di negeri orang sudah di tangan. Wah senangnya.
Setelah selasai, aku sholat ashar. Aku harap seluruh asharku seperti itu. Kenyataannya memang tidak demikian. Astaghfirullah... Aku masih tak pandai bersyukut pada-MU, Ya Rabbi.
Nulis lagi...
Alhamdulillah ... akhirnya bisa nulis lagi di sini. Selama ini, aku memang agak malas sih. Tapi, aku jadi semangat lagi setelah membaca blog adila. Aku baru tahu ternyata dia udah married. Wah aku kalah lagi deh.
Friday, October 29, 2004
Thursday, October 28, 2004
A Friend
A ccepts you as you are
B elieves in YOU
C alls you just to say HI
D oesn't give up on you
E nvisions the whole of you (even the unfinished parts)
F orgives your mistakes
G ives unconditionally
H elps you
I nvites you over to his/her house
J ust BE with you
K eeps you close at heart
L oves you for who you are
M akes a difference in your life
N ever Judges
O ffers support
P icks you up
Q uiets your fears
R aises your spirit
S ays nice things about you
T ells you the truth when you need to hear it
U nderstands you
V alues you
W alks beside you
X plains things you don't understand
Y ells when you won't listen
Z aps you back to reality
A ccepts you as you are
B elieves in YOU
C alls you just to say HI
D oesn't give up on you
E nvisions the whole of you (even the unfinished parts)
F orgives your mistakes
G ives unconditionally
H elps you
I nvites you over to his/her house
J ust BE with you
K eeps you close at heart
L oves you for who you are
M akes a difference in your life
N ever Judges
O ffers support
P icks you up
Q uiets your fears
R aises your spirit
S ays nice things about you
T ells you the truth when you need to hear it
U nderstands you
V alues you
W alks beside you
X plains things you don't understand
Y ells when you won't listen
Z aps you back to reality
Monday, October 18, 2004
Terbelah
Kala asa melebihi ambang kemampuan
Sering berjanji tanpa hitungan
Tunggu saja waktunya tiba
menyakiti orang tercinta
cepatlah sadar wahai diriku
agar senang hari tuamu
Sering berjanji tanpa hitungan
Tunggu saja waktunya tiba
menyakiti orang tercinta
cepatlah sadar wahai diriku
agar senang hari tuamu
Being alone
Mengapa harus takut mengalami kesendirian
Sebab jika seluruh dunia meninggalkanmu
Allah akan tetap bersamamu
4 ramadhan(Okt 2004)
Sebab jika seluruh dunia meninggalkanmu
Allah akan tetap bersamamu
4 ramadhan(Okt 2004)
Subscribe to:
Posts (Atom)

